knowledge is to share

Januari 24, 2008

welcome….

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — redknow @ 1:20 pm

hai…temen2 quw celamat datang di blog quw…

muuph ya.,,klo isi g jelas gni..

but quw mo blajar lgi kq, supaya ne blog jadi kerenz ky poenya temen2 quw yang pinter2 itu tu lo..

thx ya dah liyat2 ksni

Setting Transparent Proxy Server Ubuntu 5.10

Diarsipkan di bawah: squll — redknow @ 12:29 pm

Step by step..ikutin ajah…

  1. Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
    # apt-get install squid
  2. Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
    # vi /etc/squid/squid.conf
  3. Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
    # cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
  4. Baru kemudian kita mulai bermain-main dengan konfigurasi script Squid :# vi /etc/squid/squid.conf

Maka akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….

  1. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid
    http_port 3128
  2. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid
    visible_hostname myrhdqp1.kas.com
  3. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid
    cache_mgr ardhian@kas.com
  4. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.
    Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB
    Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1
    Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1
    Jumlah diatas makin besar makin baik
    cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
  5. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
    perintah : acl it_user src 192.168.1.1/255.255.255.255
    acl : merupakan perintah access list
    it_user : nama user yang memiliki IP atau group
    src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group
    ex : acl group-it src 192.168.1.1-192.168.1.12/255.255.255.255Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
    perintah : acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00
    acl : perintah access list
    waktu-akses : caption untuk perintah acl
    time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
    MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu
    M : Monday, T : Tuesday, etc…..
    08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke penggunaFiltering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
    Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock.
    misal : # vi /etc/squid/pornourl.txtkemudian isikan dengan :
    www.worldsex.com
    www.17tahun.com
    dll

    Lalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :
    acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”

    Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.

    Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, anda harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :
    # vi /etc/squid/keywordblock.txt

    Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :
    ex : sex
    porn
    fuck
    dll…. (lagi…)

Januari 15, 2008

global warming…ihh takut

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — redknow @ 6:19 am

VALENCIA, SENIN - Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan di Valencia, Sabtu (19/11).

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.

“Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan,” ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.

Mengerikan

Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.

Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.

Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.

Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.

Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

ip versi 6

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — redknow @ 5:39 am

APA ITU “IP V6” ???

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

 

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373. (lagi…)

Januari 10, 2008

Hello world!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — redknow @ 8:59 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com.